Kisahku
memang mengharu biru saat semua telah ku miliki, ku menghilangkannya. Apa daya
diriku menghadapi semua itu. Memang, aku boleh dibilang anak yang beruntung
bisa mendapatkan kecerdasan diatas rata rata, bukannya sombong, tapi sederet
prestasi yang telah ku capai itu hampa. Mengapa hampa? aku merasa dibuang dari
lingkunganku sendiri. Aku tak mengerti, tadinya ku kira dengan prestasi akan
berimbas pada urusan cinta, aku salah, dalam urusan cinta aku tak pernah
seberuntung kalian. Waktu demi waktu kulewati, tanpa terduga SMA lah diriku. Di
masa SMA anak seusiaku HE FUN, HAPPY-HAPPY,
tidak ada yg sedih, tapi apa daya diriku, aku harus berkutat dengan buku,
pulpen, pensil. Mengapa aku ada dalam kendali orang lain ? Aku terpaksa, boleh
dibilang ku sangat menawan dalam bersandiwara karena semua tak ada yg mengira keterpaksaanku.
Aku butuh cinta!! Tuhan mengapa dalam urusan cinta ku tak pernah seberuntung mereka???
Minggu, 27 April 2014
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar