Untaian
mimpiku tadi malam sekarang leyap
air mataku kini sembab
mentari pagi pun sudah keluar dari peraduannya
saat aku masih tersungkur dibawah nestapa gelisah tak bertuah
hai orang-orang penyeru pertanyaan
jawablah tangis sedu - sedan ku ini
aku hilang, aku lenyap, aku hanya dan tanpa aku, senyumku, ceriaku, lenyaplah sudah
mereka tak tahu apa kegelisahanku
mereka hanya tahu kesenanganku saja
sering rasanya aku menawarkan bantuan padanya, dan sering pula aku menyelesaikan perkaranya
aku tidak pamrih
aku hanya kecewa pada kehidupan ini
biasanya setelah langit mendung akan muncul langit yang cerah
aku percaya mukjizat itu ada, dan ketika ku mulai kembali seperti sedia kala, batang-batangku mulai ditumbuhi lagi dedaunan
dedaunan tanda kehidupan ini harus berputar
berat.. Pilihan yang harus ku pilih ini sangat berat
antara kawan dan masa depan
apabila ku pergi meninggalkan kisahku disini aku tak ingin ada yang sedih, karena aku bukan siapa-siapa
aku hanya bisa menikmati sisa-sisa waktu bersama teman-temanku
karena aku yakin, mereka akan merasakan bahwa aku ada ketika aku sudah benar-benar pergi
tersenyum dalam hati menangis, melepasmu wahai sahabatku
air mataku kini sembab
mentari pagi pun sudah keluar dari peraduannya
saat aku masih tersungkur dibawah nestapa gelisah tak bertuah
hai orang-orang penyeru pertanyaan
jawablah tangis sedu - sedan ku ini
aku hilang, aku lenyap, aku hanya dan tanpa aku, senyumku, ceriaku, lenyaplah sudah
mereka tak tahu apa kegelisahanku
mereka hanya tahu kesenanganku saja
sering rasanya aku menawarkan bantuan padanya, dan sering pula aku menyelesaikan perkaranya
aku tidak pamrih
aku hanya kecewa pada kehidupan ini
biasanya setelah langit mendung akan muncul langit yang cerah
aku percaya mukjizat itu ada, dan ketika ku mulai kembali seperti sedia kala, batang-batangku mulai ditumbuhi lagi dedaunan
dedaunan tanda kehidupan ini harus berputar
berat.. Pilihan yang harus ku pilih ini sangat berat
antara kawan dan masa depan
apabila ku pergi meninggalkan kisahku disini aku tak ingin ada yang sedih, karena aku bukan siapa-siapa
aku hanya bisa menikmati sisa-sisa waktu bersama teman-temanku
karena aku yakin, mereka akan merasakan bahwa aku ada ketika aku sudah benar-benar pergi
tersenyum dalam hati menangis, melepasmu wahai sahabatku
Dihari
yang tak lagi gerimis